Jumat, 14 November 2014

Sebuah Perjalanan

Dunia kita berbeda
Langkah pun makin berat untuk selaras
Kini, lebih sering nada kesunyian ada dalam kebersamaan kita

Menidakkan sesuatu yang ada
Dengan alasan apapun ... itu adalah sebuah kemunafikan diri
Merelakan hati untuk membisu
Merelawakan jiwa tuk perlahan mati

Kebisuan hati, Kematian jiwa
Itu adalah awal dari sebuah ketiadaan
Agar ketiadaan itu tak terlalu berasa sakit
Bagai ujung tombak yang tercabut dari tempat dihunjamkannya

Bagai berjalan sendiri
Bahkan berbagi denganmu tak lagi cukup
Bercengkrama dengan yang lain menjadi lebih menenangkan

Perlahan bayangan semu itu pergi
Anehnya...
Bayangan lama tak jua menghilang
Walau dalam akal sehat.. itu tak nampak

Perbandingan selalu ada
Ketidaksempurnaan yang lama tak pernah nampak
Kesempurnaan yang baru perlahan sirna

Aku hanya manusia biasa
Yang suka membandingkan
Atas nama kenyamanan diri
Karna ku bukan malaikat pun seorang bidadari

Kuyakini, perbandingan itu ada
Karna kelayakan untuk diperbandingkan

Sementara dia yang disana
Adalah yang tak terbandingkan
Dan selalu ada untukku

Saat ini,
Bagaikan menghitung hari
Menghitung waktu menuju ...
Tercapainya Asa
Atau bahkan
Sirnanya sebuah asa

Surabaya, 14112014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar