Dunia kita berbeda
Langkah pun makin berat untuk selaras
Kini, lebih sering nada kesunyian ada dalam kebersamaan kita
Menidakkan sesuatu yang ada
Dengan alasan apapun ... itu adalah sebuah kemunafikan diri
Merelakan hati untuk membisu
Merelawakan jiwa tuk perlahan mati
Kebisuan hati, Kematian jiwa
Itu adalah awal dari sebuah ketiadaan
Agar ketiadaan itu tak terlalu berasa sakit
Bagai ujung tombak yang tercabut dari tempat dihunjamkannya
Bagai berjalan sendiri
Bahkan berbagi denganmu tak lagi cukup
Bercengkrama dengan yang lain menjadi lebih menenangkan
Perlahan bayangan semu itu pergi
Anehnya...
Bayangan lama tak jua menghilang
Walau dalam akal sehat.. itu tak nampak
Perbandingan selalu ada
Ketidaksempurnaan yang lama tak pernah nampak
Kesempurnaan yang baru perlahan sirna
Aku hanya manusia biasa
Yang suka membandingkan
Atas nama kenyamanan diri
Karna ku bukan malaikat pun seorang bidadari
Kuyakini, perbandingan itu ada
Karna kelayakan untuk diperbandingkan
Sementara dia yang disana
Adalah yang tak terbandingkan
Dan selalu ada untukku
Saat ini,
Bagaikan menghitung hari
Menghitung waktu menuju ...
Tercapainya Asa
Atau bahkan
Sirnanya sebuah asa
Surabaya, 14112014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar